Minggu, 17 Mei 2009
Koalisi Menuju Kekuasaan Semata
Oleh : Erwin R Siregar
Jakarta - Seperti pemilihan umum (pemilu) sebelumnya kali ini rakyat Indonesia kembali menjadi korban manuver para politisi. Edan memang.
Di satu sisi rakyat yang membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar dapat keluar dari keterpurukan ekonomi dan kemerosotan moral yang bernama korupsi di sisi lain para calon pemimpin berkoalisi sana-sini untuk satu tujuan yang bernama kekuasaan. Seolah yang terpenting nanti adalah kekuasaan dulu. Soal rakyat mau dibawa ke mana urusan belakangan.
Pada kampanye pemilihan anggota legislatif (pileg) lalu --karena mungkin malu mengakui hasil kerja pemerintah berkuasa dan karena tidak ada lawan politik Partai Demokrat (PD) maka tidak ada parpol yang menyinggung stabilisasi atau peningkatan. Serempak menjanjikan perubahan.
Seolah rakyat Indonesia digiring kepada pemahaman setiap pergantian dewan legislatif (dan eksekutif) berarti perubahan arah bangun ulang dari nol lagi. Bukan kepada peningkatan yang sudah baik. Untungnya mayoritas rakyat Indonesia masih rasional.
Terbukti partai-partai yang menjual isu perubahan kurang laku. Mereka hanya mendapat beberapa persen saja dalam pileg. Mestinya hal itu menjadi alert bahwa rakyat Indonesia tidak mudah diakali lagi.
Manuver-manuver politik, termasuk koalisi-koalisi antar partai dan elit politik silahkan saja. Tetapi, jangan membodohi rakyat. Terutama kepada parta-partai dan elit politik yang tanpa pendirian. Ke mana angin berhembus ke sana dia pindah kubu atau koalisi.
Itu hanya memberi kesan makin kuat betapa yang terpenting adalah kekuasaan dan pembagiannya. Bukan bagaimana bersama-sama teman koalisi bersiap-siap memasang badan mengangkat beban (tanggung-jawab) penderitaan rakyat.
My Link
Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro
Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.
Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.
"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.
Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.
Tamu Blogs
Tentang Saya
- My Blogs
- Kalodran - Serang, BANTEN
- Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...
bekerja untuk beribadah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar