Minggu, 14 November 2010

Menebar Hikmah Qurban


Oleh: Ridwansyah
( Wakil Ketua Fraksi Demokrat –DPRD Prov. Banten)


Momentum Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Kurban) merupakan pembelajaran pengorbanan dan ujian keimanan terberat sepanjang sejarah peradaban manusia, yang diperankan oleh  Nabi Ibrahim, AS. dan Nabi Ismail, AS. sebagaimana disinyalir dalam firman Allah, SWT, “Sesungguhnya ini merupakan uji coba yang nyata” (QS. Ash-Shafat: 106). Dalam lanjutan kisah pengorbanan tersebut, atas kekuasaan dan kehendak Allah, SWT maka Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba besar dan sangat indah, yang dahulu dikorbankan oleh Habil (putra Nabi Adam, AS), sebagaimana firman Allah, SWT, “Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba/kibas)”. (QS. Ash-Shafat:107).
Ketaatan Nabi Ibrahim, AS, serta keikhlasan dan kesabaran Nabi Ismail, AS, dalam menjunjung tinggi perintah Allah, SWT mengundang kekaguman para malaikat, yang segera menyerukan kalimat takbir, “Allahu akbar, Allahu akbar”, dan disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat tahlil, “Laa ilaha illallahu Allahu akbar”. Disusul seruan Nabi Ismail dengan ucapan tahmid, “Allahu akbar walillah ilhamd”. Rangkaian kalimat suci tersebut diabadikan hingga sekarang. Rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha.

Jumat, 29 Oktober 2010

Refleksi Sumpah Pemuda : Menyoal Fungsi dan Peran Pemuda Banten


Oleh : Achmad Rozi El Eroy


Tanggal 28 Oktober, selalu menjadi momentum yang sangat heroic bagi pemuda, 28 oktober kerap dijadikan momentum untuk merefleksikan fungsi dan peran pemuda dalam kontek kekinian yang semakin kompleks, meminjam istilah Asri Anas (2008), momentum hari Sumpah Pemuda, yang dimaknai pula sebagai momentum Kebangkitan Nasional, memberi pesan kuat kepada kita, bahwa sesungguhnya pemuda adalah pilar kebangkitan dan kemajuan bangsa. Hal ini tidaklah berlebihan, mengingat cacatan sejarah bangsa yang tidak bisa dilepaskan dari peran pemuda dalam kebangkitannya sebagai bangsa berdaulat. 

Minggu, 24 Oktober 2010

Penyebab Kemiskinan

oleh : Achmad Rozi el Eroy
Kemiskinan dan keterbelakangan merupakan fenomena sosial yang menjadi atribut negara-negara dunia ketiga. Fenomena ini juga merupakan kebalikan dari kondisi yang dialami oleh negara-negara maju yang memiliki atribut sebagai “ model”. Untuk memahami definisi dan asal mula kemiskinan dan keterbelakangan, kita dapat melakukan kajian dengan cara : 1. Mengadakan telaah terhadap kemiskinan dan kosakata kemiskinan seperti yang dilakukan oleh Friedmann (1992: 160) dan Korten (1985: 67); dan 2. Membandingkan dengan konsep-konsep modernisasi sebagai kebalikan yang diametral dari kemiskinan dan keterbelakangan seperti yang dikemukakan oleh para pakar yang terkumpul dalam ontology “Modernization : The Dinamics of Growth” (Myron Weiner, 1967).

Minggu, 10 Oktober 2010

STRATEGI PENBANGUNAN EKONOMI DAERAH MENUJU PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN


Oleh : Dr. Moch. Rum Alim, MSi

Abstrak

Strategi pembangunan ekonomi di masa lalu telah mengubah struktur ekonomi secara mengesankan dan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Namun, perubahan struktur ekonomi ini hanya terjadi pada level nasional, sedangkan pada level daerah secara agregat relatif stagnan, terutama daerah-daerah di laur pulau Jawa. Ini berarti bahwa peranan dan partisipasi daerah dalam pembangunan ekonomi nasional belum optimal.
Untuk meningkatkan peranan dan partisipasi daerah dalam pembangunan ekonomi nasional, tidak ada cara lain selain daripada membangun perekonomian daerah dengan menerapkan Strategi Agroindustri Berorientasi Ekspor di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah pusat perlu memberikan dukungan secara serius dengan menerapkan Strategi Promosi Ekspor Berbasis Agribisnis. Hal ini menuntut adanya penataan ulang kelembagaan yang ada saat ini, yang salah satu diantaranya adalah reorganisasi Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, dan Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Departemen Agribisnis Pertanian, Departemen Agribisnis Kehutanan, dan Departemen Agribisnis Kelautan dan Perikanan. Jika Strategi Promosi Ekspor Berbasis Agribisnis berjalan dengan baik, maka seluruh daerah akan memberikan konstribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah, mengurangi pengangguran, serta mengurangi tingkat kemiskinan.

Kata kunci     :   strategi pembangunan ekonomi, struktur ekonomi, kesenjangan ekonomi antar daerah, reorganisasi, pengangguran.

Abstract

Past economic development strategy has amazingly change the economic structure and reached relatively high economic growth. However, the economic structure change has been existed only national level, contrasted to relatively stagnant at regional level, especially region outside Java. This reflects that the role and participation of regions to national economic development has not been optimized.
To improve the role and participation of regions to national economic development, there is no other way to adopt export oriented agro-industry strategy within the whole area of Indonesia. Central Government has to fully support the implementation of this export oriented agribusiness promotion strategy. This will require institution restructuring, such as reorganization of agriculture department, forestry department, and marine and fishery department become agriculture agribusiness department, forestry agribusiness department, and marine and fishery agribusiness department. If this agribusiness oriented export promotion strategy is implemented successfully, all regions will optimally contribute the national economic growth, reduce regional economic development gap, reduce unemployment, and reduce poverty rate.

Keyword: economic development strategy, economic structure, regional economic gap, reorganization, unemployment.

Pendahuluan
Awal tahun 1960-an Raul Prebisch berhasil membangun dan menyebarkan konsep Strategi Substitusi Impor. Strategi ini diilhami oleh suatu kondisi ketidakseimbangan antara negara maju (centre) dengan negara berkembang (periphery). Pola hubungan antara kedua kelompok negara ini adalah hubungan dominan-tergantung, dimana negara maju pada posisi dominan dan negara berkembang pada posisi tergantung. Pola hubungan semacam ini lebih menguntungkan negara maju, yang pada gilirannya semakin memperlebar kesenjangan ekonomi antara kedua negara. Untuk mempersempit kesenjangan ekonomi antara negara berkembang dan negara maju, Prebish menganjurkan agar negara berkembang menerapkan strategi substitusi impor. Substansi utama dari strategi ini adalah mengembangkan industri manufaktur untuk kebutuhan pasar domestik dan melindungi barang-barang hasil produksi dalam negeri dengan berbagai hambatan.

Minggu, 03 Oktober 2010

Menyoal Ketenagakerjaan



LATAR BELAKANG
            Tersedianya lapangan/kesempatan kerja baru untuk mengatasi peningkatan penawaran tenaga kerja merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi daerah. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya investasi langsung (direct investment) pada sektor-sektor yang bersifat padat karya, seperti konstruksi, infrastruktur maupun industri pengolahan. Sementara pada sektor jasa, misalnya melalui perdagangan maupun pariwisata. Tenaga kerja adalah orang yang siap masuk dalam pasar kerja sesuai dengan upah yang ditawarkan oleh penyedia pekerjaan. Jumlah tenaga kerja dihitung dari penduduk usia produktif (umur 15 thn–65 thn) yang masuk kategori angkatan kerja (labourforce).

            Kondisi di negara berkembang pada umumnya memiliki tingkat pengangguran yang jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini terjadi karena ukuran sektor informal masih cukup besar sebagai salah satu lapangan nafkah bagi tenaga kerja tidak terdidik. Sektor informal tersebut dianggap sebagai katup pengaman bagi pengangguran.

Kamis, 09 September 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H

Mohon Maaf lahir Bathin, semoga Allah SWT memberikan fitrah kepada kita semua dan menerima seluruh amalan kita dibulan Ramadhan....

Rabu, 18 Agustus 2010

Menyoal Budaya Korupsi : Budaya hedonis atau permisif

Oleh ; Fathuri


Jakarta - Montinola dan Jackman (2002) dalam karyanya yang berjudul Sources of Corruption: A cross-country study, mengatakan bahwa budaya korupsi merupakan norma-norma sosial yang menekankan pada pemberian hadiah (berupa suap), dan semangat kepatuhan terhadap keluarga dan kroni-kroninya. Atau mereka menyebutnya dengan sebutan clan daripada terhadap aturan atau undang-undang. Norma-norma dan tingkah laku koruptif sebagaimana dikatakan oleh Banfield (1958), dan Wraith dan Simkins (1963) bisa menyebabkan ekonomi collapse (berbahaya), dan dari sudut pandang politik merupakan tindakan yang bukan hanya tidak etis akan tetapi juga tidak bermoral.

Maraknya kasus korupsi di Indonesia yang menimpa para pejabat publik baik pada level eksekutif, legislatif, maupun yudikatif menunjukkan bahwa budaya korupsi telah mengakar begitu kuat. Akar masalah korupsi saat ini disinyalir bukan lagi pada masalah sistem. Akan tetapi pada masalah mental/ moral masyarakat yang mempersepsi korupsi merupakan masalah wajar (lumrah).

Rusaknya mental masyarakat ini pada gilirannya berkontribusi terhadap sikap pejabat yang menjadikan kejahatan korupsi sebagai alternatif untuk memperkaya diri. Tak pelak pelaku korupsi tidak pernah jera dengan sanksi yang diberikan. Ketidakjeraan koruptor terhadap sanksi ini dalam derajat tertentu membuat publik geram yang kemudian berujung pada wacana untuk menghukum koruptor dengan hukuman mati dan atau memiskinkan mereka dengan menyita hartanya.

Magang di Tax Center Unpad

Rabu, 04 Agustus 2010

Dosen Magang Unpad 2010 : Beri Cinta pada Tanah mu


Duduk dari kiri : Ethic Palupi (Yogyakarta), Endang Suciati ( Jombang), Levi Tinasari (Blitar), Lidya Suhana ( Bukittinggi) Evie Muslicha ( Surabaya ), Aries Chandra Anandhita ( Surabaya). Berdiri dari Kiri; Achmad Rozi El Eroy ( Cilegon), Yudea (Balikpapan), Isnanto (Yogyakarta) dan Antonius Catur S ( Surabaya)

Selasa, 13 Juli 2010

Kajian tentang Semangat Kerja


Oleh : Achmad Rozi El Eroy
Semangat kerja sebagai tindakan karyawan untuk memberikan kontribusi yang sebesar mungkin demi keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya, tercapainya tujuan perusahaan berarti tercapai pula tujuan pribadi para karyawan perusahaan tersebut. Kurangnya kesadaran terhadap disiplin kerja yang terjadi ketika perusahaan itu dalam proses kemajuan terkadang menjadi suatu hambatan proses tersebut. Untuk menghindari hal tersebut diberikan pengertian dan pengarahan mengenai disiplin kerja. Mengingat bahwa disiplin perlu diberikan kepada karyawan di lingkungan perusahaan. Perusahaan harus dapat mengontrol kinerja karyawan secara berkala, dengan demikian setiap kinerja maupun prosesnya dapat terkendali dan sesuai dengan peraturan suatu perusahaan

Rabu, 07 Juli 2010

Gaya Kepemimpinan Perempuan Bagi Efektivitas Organisasi


                                                                         Oleh: Sudarmo*

Abstract

It is argued that female leadership is more effective than male’s. This argument exaggerates general belief on the female superiority to male. An effective leader does not depend on femininity or masculinity but on the capacity of the leader to make collective actions and networks with other stakeholders rather than directive and assertive actions. In addition to the leader capacity, there are five main factors, including leader choice and placement, leadership training, incentive provision for the leader and subordinate’s achievement, organizational management for environment change, and technology that contribute to achieve organizational effectiveness.

1. Pendahuluan

Kepemimpinan sering didefinisikan sebagai proses membuat orang lain terinspirasi untuk bekerja keras dalam menyelenggarakan tugas-tugas penting (Schermerhorn, 1999). Tetapi  pengertian tersebut sering dikaitkan dengan dasar-dasar bagi kepemimpinan yang efektif, yakni  mendasarkannya pada cara seorang pemimpin atau manajer menggunakan power untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Power merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh seseorang yang menghendakinya (Kanter, 1979). Karena itulah seringkali kepemimpinan atau leadership didefiniskan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Robbins, 1998). Dalam tulisan ini kepemimpinan lebih difokuskan pada kepemimpinan manajerial dalam organisasi.

PEMILUKADA, UNTUK SIAPA?

Oleh; Achmad Rozi El Eroy )

Dalam perspektif demokrasi prosedural, sistem pemilihan kepala daerah (Pemilukada) merupakan sebuah inovasi yang bermakna dalam proses konsolidasi demokrasi di aras lokal. Demokrasi adalah satu “tarikan nafas”, yang ditentukan “oleh” rakyat, berasal “dari” rakyat dan akhirnya dikembalikan “untuk” rakyat. Tetapi ada sebagian orang bilang bahwa desentralisasi itu hanya urusan elite-elite daerah. Orang-orang di luar itu kelihatan tidak terlalu butuh. Rakyat kelihatannya tidak butuh desentralisasi dan demokrasi. Yang dibutuhkan rakyat adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Untuk apa desentralisasi dibicarakan kalau rakyat miskin? Apa salahnya sentralisasi bila rakyat bisa makmur?

Kemiskinan di Banten harus segera di Akhiri


Oleh: Imal Istimal*
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin” (wikipedia.org).

Rabu, 28 April 2010

Tanda Allah SWT Menyapa....

Oleh: Nur Faizin M, Lc MA


"Lalu, ke manapun kamu menghadap, maka di situlah 'wajah' Allah." (QS Al-Baqarah: 115). Allah ada di manapun manusia berada, namun manusia sering kali lupa dan tidak mampu merasakan kehadirannya serta tidak bisa melihat tanda-tanda kekuasaannya yang terdapat di seluruh alam semesta.

Allah SWT menyapa manusia melalui media ayat-ayat alam semesta ( kauniyyah) dan ayat-ayat Alquran (qauliyyah ). Agar manusia menyadari sapaan Allah, manusia yang melihat ayat-ayat tersebut harus memahami fungsi alam semesta sekaligus mampu mengelaborasikannya dengan Alquran.

Sabtu, 24 April 2010

Menjadi Istri kedua, Sebagai Suatu Pilihan ….


Oleh; Nurtjahjadi
(sumber; Kompasiana)

Ada tendensi, kecenderungan, bahwa sebagian wanita masa kini memilih untuk hidup sebagai istri kedua. Hal ini bukan saja dilakukan oleh wanita yang kurang mampu secara ekonomi, tetapi juga dilakukan oleh wanita karir. Demikian topik obrolan saya dengan Datuk Nazri Yahya, salah seorang kompasianers di Hotel Empress Sepang.

Setiap hari, rata-rata orang Malaysia mengawini satu wanita dari Sumatera, Indonesia. Kalau sudah jodoh, mau apa lagi, katanya…Kalau sudah melihat bahwa wanita Indonesia itu baik hati, rajin, taat beribadah, mungkin cantik jugalah sedikit hehehe…maka lelaki Malaysia terus meminangnya pergi ke Indonesia, kawin di Indonesia dan jadilah wanita itu sebagai istri keduanya.

Jumat, 23 April 2010

"Air Susu Ibu" Sembuhkan Jerawat?

Selasa, 20 April 2010 | 09:42 WIB

NEWYORK, KOMPAS.com — Para ilmuwan di Amerika Serikat belum lama ini menemukan sejenis zat yang terkandung dalam air susu ibu yang memiliki potensi besar mengatasi problem jerawat.

Zat alami ini bernama asam laurik (lauric acid), yang kadarnya dalam air susu ibu (ASI) mencapai sekitar 45-50 persen. Dikenal sebagai zat antibakteri, asam laurik juga ditemukan dalam minyak kelapa murni atau VCO.

Penemu zat ini, Dissaya Pornpattananangkul, seorang peneliti bioengineering dari Universitas of California, menyatakan, asam laurik dapat menyelamatkan jutaan remaja di dunia. Zat ini bakal menjadi harapan baru dalam pengobatan jerawat karena sifatnya alami dan aman.

Lewat risetnya, Dissaya membuktikan bahwa pengobatan menggunakan krim wajah yang mengandung zat ini tidak menimbulkan efek samping. Tak seperti halnya pengobatan lain saat ini yang dapat menyebabkan kulit kemerahan, kepanasan, dan terbakar.

Salah satu kelebihan penemuan Dissaya adalah mengombinasikan asam laurik dengan "gold nanoparticles". Partikel-partikel nano inilah yang membuat asam laurik tidak saling melekat ketika diproses berbentuk krim dan kemudian dapat berpisah dengan cepat ketika dioleskan pada kulit.

"Partikel nano juga dapat membantu liposom menentukan bakteri penyebab jerawat berdasarkan kondisi kulit, termasuk pH (keasaman)," ujarnya.

Bersama timnya, Dissata berencana melakukan pengujian krim kulit ini pada manusia. Sejauh ini mereka telah berhasil memenuhi sejumlah syarat untuk memperoleh izin pengujian karena produk ini dibuat dari bahan alami dan telah termasuk dalam daftar aman

Selasa, 20 April 2010

Menjadi Pemimpin yang Besar?


Oleh : Achmad Rozi El Eroy




Kepemimpinan adalah mengkomunikasikan nilai dan potensi orang secara jelas, sehingga mereka dapat melihat hal itu dalam diri mereka. Perhatian utama yaitu pada kata-kata nilai dan potensi. Orang harus punya perasaan bahwa diri mereka bernilai/berharga, bahwa nilai tersebut merupakan hal yang tak terpisahkan dari mereka, yang sama sekali tidak ada hubungan dengan hasil perbandingan antara diri mereka dengan orang lain, dan mereka berhak mendapat kasih sayang tanpa syarat, tanpa memandang perilaku dan kinerja mereka. Saat kita mengkomunikasikan potensi orang dan membuat mereka merasa berharga secara ekstrinstik (misalnya, dengan membandingkan diri dengan orang lain di bawah mereka) adalah dasar yang buruk, dan potensi mereka tidak akan pernah bisa optimal

Kakek dan Nenek



( semoga keduanya diterima disisi Allah SWT...)

Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro

JK-Win dan Mega-Bowo Gabung di Putaran II
(Dari kiri - kanan) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, dan Ketua Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiakto memberikan keterangan bersama di Kantor DPP Partai Hanura, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Sebanyak 11 partai melakukan penandatangan kesepakatan koalisi dalam parlemen untuk periode 2009-2014.

Sabtu, 16 Mei 2009 | 10:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —

Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.

Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.

"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.

Tamu Blogs

Tentang Saya

Foto saya
Kalodran - Serang, BANTEN
Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...

bekerja untuk beribadah