Selasa, 13 Juli 2010

Kajian tentang Semangat Kerja


Oleh : Achmad Rozi El Eroy
Semangat kerja sebagai tindakan karyawan untuk memberikan kontribusi yang sebesar mungkin demi keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya, tercapainya tujuan perusahaan berarti tercapai pula tujuan pribadi para karyawan perusahaan tersebut. Kurangnya kesadaran terhadap disiplin kerja yang terjadi ketika perusahaan itu dalam proses kemajuan terkadang menjadi suatu hambatan proses tersebut. Untuk menghindari hal tersebut diberikan pengertian dan pengarahan mengenai disiplin kerja. Mengingat bahwa disiplin perlu diberikan kepada karyawan di lingkungan perusahaan. Perusahaan harus dapat mengontrol kinerja karyawan secara berkala, dengan demikian setiap kinerja maupun prosesnya dapat terkendali dan sesuai dengan peraturan suatu perusahaan

Rabu, 07 Juli 2010

Gaya Kepemimpinan Perempuan Bagi Efektivitas Organisasi


                                                                         Oleh: Sudarmo*

Abstract

It is argued that female leadership is more effective than male’s. This argument exaggerates general belief on the female superiority to male. An effective leader does not depend on femininity or masculinity but on the capacity of the leader to make collective actions and networks with other stakeholders rather than directive and assertive actions. In addition to the leader capacity, there are five main factors, including leader choice and placement, leadership training, incentive provision for the leader and subordinate’s achievement, organizational management for environment change, and technology that contribute to achieve organizational effectiveness.

1. Pendahuluan

Kepemimpinan sering didefinisikan sebagai proses membuat orang lain terinspirasi untuk bekerja keras dalam menyelenggarakan tugas-tugas penting (Schermerhorn, 1999). Tetapi  pengertian tersebut sering dikaitkan dengan dasar-dasar bagi kepemimpinan yang efektif, yakni  mendasarkannya pada cara seorang pemimpin atau manajer menggunakan power untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Power merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh seseorang yang menghendakinya (Kanter, 1979). Karena itulah seringkali kepemimpinan atau leadership didefiniskan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Robbins, 1998). Dalam tulisan ini kepemimpinan lebih difokuskan pada kepemimpinan manajerial dalam organisasi.

PEMILUKADA, UNTUK SIAPA?

Oleh; Achmad Rozi El Eroy )

Dalam perspektif demokrasi prosedural, sistem pemilihan kepala daerah (Pemilukada) merupakan sebuah inovasi yang bermakna dalam proses konsolidasi demokrasi di aras lokal. Demokrasi adalah satu “tarikan nafas”, yang ditentukan “oleh” rakyat, berasal “dari” rakyat dan akhirnya dikembalikan “untuk” rakyat. Tetapi ada sebagian orang bilang bahwa desentralisasi itu hanya urusan elite-elite daerah. Orang-orang di luar itu kelihatan tidak terlalu butuh. Rakyat kelihatannya tidak butuh desentralisasi dan demokrasi. Yang dibutuhkan rakyat adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Untuk apa desentralisasi dibicarakan kalau rakyat miskin? Apa salahnya sentralisasi bila rakyat bisa makmur?

Kemiskinan di Banten harus segera di Akhiri


Oleh: Imal Istimal*
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin” (wikipedia.org).

Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro

JK-Win dan Mega-Bowo Gabung di Putaran II
(Dari kiri - kanan) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, dan Ketua Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiakto memberikan keterangan bersama di Kantor DPP Partai Hanura, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Sebanyak 11 partai melakukan penandatangan kesepakatan koalisi dalam parlemen untuk periode 2009-2014.

Sabtu, 16 Mei 2009 | 10:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —

Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.

Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.

"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.

Tamu Blogs

Tentang Saya

Foto saya
Kalodran - Serang, BANTEN
Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...

bekerja untuk beribadah