Senin, 04 Mei 2009

Antasari: Tidak Ada Manfaatnya Membunuh Nasrudin

Senin, 4 Mei 2009 | 19:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Ketua KPK nonaktif Antasari Azhari, tersangka pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen tidak ada manfaatnya membunuh korban. Hal ini disampaikan kembali oleh salah seorang kuasa hukum Antasari, Farhat Abbas, kepada para wartawan di depan Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (4/5), ketika ditanya motif tersangka.

Lebih lanjut, Farhat mengatakan, pucuk pimpinan lembaga antikorupsi tersebut meminta masyarakat tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan arif menyikapi kasus ini. "Namun, Pak Antasari merasa bahwa hal ini (tuduhan mendalangi pembunuhan) sudah merupakan risiko menjadi Ketua KPK. Mungkin ini sudah jalan hidup yang harus ditempuhnya," ujar Farhat.

Ditambahkan Farhat, Antasari, pihak keluarga, dan tim kuasa hukum terus berupaya menuntut keadilan. Pasalnya, mereka tetap berkeras Antasari tidak mendalangi pembunuhan berencana.

Tidak ada komentar:

Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro

JK-Win dan Mega-Bowo Gabung di Putaran II
(Dari kiri - kanan) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, dan Ketua Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiakto memberikan keterangan bersama di Kantor DPP Partai Hanura, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Sebanyak 11 partai melakukan penandatangan kesepakatan koalisi dalam parlemen untuk periode 2009-2014.

Sabtu, 16 Mei 2009 | 10:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —

Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.

Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.

"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.

Tamu Blogs

Tentang Saya

Foto saya
Kalodran - Serang, BANTEN
Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...

bekerja untuk beribadah