Selasa, 02 Juni 2009

BLT tetap di pertahankan

Boediono berjanji akan memperhatikan rakyat miskin jika ia terpilih menjadi Wapres 2009-2014. Calon pendamping SBY ini pun akan tetap mempertahankan program beras untuk rakyat miskin (Raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah dijalankan pemerintahan sebelumnya.


"Kita perlu adanya intervensi yang efektif untuk masyarakat, terutama yang memiliki ekonomi lemah, seperti adanya raskin dan BLT. Tetapi tidak mungkin hanya memberi uang saja, untuk KUR dan PNPM akan kita lihat lagi," kata Boediono tentang poin ketiga program yang akan diusung SBY-Boediono.

Hal itu disampaikan Boediono dalam acara Talk Show di JakTV bertajuk 'Sosok Boediono dan Ekonomi Pancasila', di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot subroto, Jaksel, Selasa (2/6/2009).

Untuk poin pertama, Boediono mengatakan, kebinet mendatang akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur. "Yaitu dalam hal ini peningkatan kapasitas untuk perbaikan ekonomi," ujarnya.

Selanjutnya pada poin kedua, SBY-Boediono akan melakukan perbaikan pelayanan atau good governance. Perbaikan pelayanan ini, kata dia, mencakup perbaikan-perbaikan infrastruktur seperti jalan dan listrik.

"Di mana semuanya harus disediakan bukan hanya oleh pemerintah, termasuk juga di dalamnya infrastruktur kecil yang ada di kecamatan dan di pedesaan. Tetapi karena APBN kita terbatas, jadi jangan digunakan untuk membangun infrastruktur yang tidak baik bagi rakyat," jelasnya

Tidak ada komentar:

Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro

JK-Win dan Mega-Bowo Gabung di Putaran II
(Dari kiri - kanan) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, dan Ketua Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiakto memberikan keterangan bersama di Kantor DPP Partai Hanura, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Sebanyak 11 partai melakukan penandatangan kesepakatan koalisi dalam parlemen untuk periode 2009-2014.

Sabtu, 16 Mei 2009 | 10:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —

Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.

Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.

"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.

Tamu Blogs

Tentang Saya

Foto saya
Kalodran - Serang, BANTEN
Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...

bekerja untuk beribadah