Sabtu, 11 April 2009
SBY Speaks : arahan menjelang Pemilu 2009
Saudara-saudara Keluarga Besar Partai Demokrat di seluruh Tanah Air yang saya cintai dan saya banggakan.
Kemarin, Senin, 3 Maret 2008, telah ditetapkan materi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) untuk Pemilu 2009. Secara fundamental sebagian materi UU Pemilu ini tidak sesuai dengan Konsep dan Pemikiran Partai Demokrat.
Hal yang paling menonjol adalah menyangkut satu, Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Murni (tanpa nomor urut) dan dua, Penghitungan suara selesai di Daerah Pemilihan (Dapil). Adapun alasan dan argumentasi Partai Demokrat memilih opsi ini adalah:
1. Alasan keterwakilan, yaitu sistem Pemilu yang mencerminkan keterwakilan kekuatan politik yang dipilih oleh rakyat, termasuk keterwakilan daerah pemilihan.
2. Alasan akuntabilitas, yaitu sistem Pemilu yang meghasilkan wakil-wakil yang dekat dengan rakyat yang diwakilinya.
3. Alasan mudah, cepat, murah, yaitu sistem Pemilu yang mudah dipahami oleh rakyat, serta mudah, cepat, dan murah penyelenggaraan dan penghitungannya.
Itulah sebabnya sejak awal Partai Demokrat mengusulkan sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut. Sistem ini memberikan keseimbangan yang tepat antar keterwakilan dan akuntabilitas.
Partai Demokrat juga sejak awal mengusulkan agar penghitungan suara dan pembagian kursi selesai di Daerah Pemilihan (Dapil). Ini sesuai dengan kriteria mudah, murah, dan cepat dalam pemahaman rakyat, serta penyelenggaraan dan penghitungannya. Mengangkat sisa suara di Dapil ke tingkat Provinsi akan memperumit penghitungan, menjauhkannya dari rakyat di Daerah Pemilihan, dan menciptakan wakil-wakil rakyat yang semakin jauh akuntabilitasnya dengan rakyat di Daerah Pemilihan.
Namun, setelah Partai Demokrat berjuang dan bekerja keras untuk meloloskan opsi ini, Partai Demokrat tidak kuasa menghadapi posisi dan "blocking" dari mayoritas partai yang menyetujui opsi yang lain. Mereka lebih besar karena dimotori oleh dua partai besar yang ada. Dengan jiwa ksatria dan ikhlas kenyataan ini mesti kita terima. Barangkali hati kita sakit, namun tetaplah kita berjiwa besar dan berlapang dada. Kenyataan politik ini bukan akhir dari perjuangan kita dalam menyukseskan Pemilu 2009 mendatang. Bisa saja, sesuatu yang kita anggap tidak baik dan merugikan partai ini, justru memberikan berkah dan jalan kemenangan bagi perjuangan kita.
Oleh karena itu, dengan terlebih dahulu memohon rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kepada saudara-saudara semua saya berikan arahan sebagai berikut :
1. UU Pemilu yang sebagian materinya kita rasakan tidak tepat ini, marilah kita jadikan cambuk dan pemicu semangat kita untuk berjuang "all out” (sekuat tenaga), memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 mendatang. Sasaran perolehan suara 15% harus dapat kita capai.
2. Sasaran 15% tersebut dapat kita capai, jika seluruh kader dan anggota Partai Demokrat mulai sekarang, ulangi mulai sekarang, berjuang dan bekerja dengan gigih untuk kemenangan Pemilu 2009. Strategi, taktik dan teknik pemenangan Pemilu sudah saya sampaikan pada HUT Partai Demokrat ke-6, tanggal 2 Desember 2007 di Semarang yang lalu. Jika Partai kita tetap kecil, kita akan sangat dirugikan oleh UU Pemilu yang baru ini. Namun, jika partai kita menjadi besar, kita akan sangat diuntungkan. Mari kita berjuang agar Partai Demokrat menjadi Partai besar dalam Pemilu 2009 mendatang. Insya Allah, Partai Demokrat akan menjadi partai besar.
3. Rapatkan barisan, jaga kekompakan dan tingkatkan perjuangan saudara-saudara sekalian untuk kepentingan Partai Demokrat yang sangat kita cintai dan banggakan. Teruslah berbuat baik dan membantu rakyat di seluruh Indonesia, serta perbanyak kegiatan sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang masih miskin, sebab tanpa dukungan mereka semua, Partai Demokrat tidak akan berhasil dalam Pemilu yang akan datang.
Selamat Berjuang Tuhan beserta kita.
Jakarta, 4 Maret 2008
KETUA DEWAN PEMBINA PARTAI DEMOKRAT
DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
My Link
Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro
Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.
Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.
"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.
Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.
Tamu Blogs
Tentang Saya
- My Blogs
- Kalodran - Serang, BANTEN
- Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...
bekerja untuk beribadah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar