Jumat, 07 Januari 2011

Urgensi Bidang Kesehatan bagi pembangunan Nasional



Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga serangkai yang sangat mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia. Sedangkan, sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH ketika menghadiri pencanangan Kabupaten Kuningan Menuju Desa Siaga Strata Utama Tahun 2013 di Kuningan, Jawa Barat tanggal 9 Juni 2010.
Menkes menambahkan, secara umum pelayanan kesehatan sudah cukup baik. Masyarakat sudah lebih sehat. Tetapi kondisi tersebut belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya kesenjangan status kesehatan antar wilayah perkotaan, pedesaan dan daerah terpencil, termasuk antar kelompok masyarakat yang miskin dengan yang kaya.

Menurut Menkes, tantangan dalam mewujudkan masyarakat sehat saat ini bertambah berat dengan meningkatnya penyakit-penyakit baru dan lama seperti flu burung, demam berdarah, HIV-AIDS dan penyakit tidak menular lainnya, serta masih banyak kalangan masyarakat yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Selain itu adanya bencana alam seperti banjir, gempa bumi yang mengakibatkan kematian dan cidera berakibat meningkatnya angka kesakitan penduduk sehingga menambah beban bagi pelayanan kesehatan.
Menkes menambahkan, pembangunan kesehatan yang dilaksanakan saat ini mengacu pada Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) Tahun 2005-2025 dengan memberikan perhatian khusus pada penduduk rentan yaitu ibu, bayi, dan anak, usia lanjut dan keluarga miskin.
Amanat tersebut dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) Tahun 2010-2014 dengan sasaran akhir meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), ujar Menkes.
Beberapa indikator yang terkait kesehatan yang akan dicapai adalah : 1) Meningkatnya umur harapan hidup menjadi 72 tahun, 2) Menurunnya angka kematian bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, 3) Menurunnya angka kematian ibu melahirkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup, dan 4) Menurunnya prevalensi gizi kurang (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita menjadi kurang dari 15%, tambah Menkes.
Sebagai institusi pelaku pembangunan nasional, Kementerian Kesehatan, telah menetapkan Rencana Strategis dengan visi: Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi tersebut, terdapat “5 taglines” yaitu Pro Rakyat; Inklusif; Responsif; Efektif; dan Bersih.
Pemahaman tagline inklusif adalah bahwa pembangunan kesehatan di Indonesia harus mengikut-sertakan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan swasta, tidak hanya oleh pemerintah saja. Dalam arti bahwa upaya meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. Salah satu wujud dari pemberdayaan masyarakat tersebut adalah “Desa Siaga”, ujar Menkes.
Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat desa yang sadar, tahu, mau, dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai permasalahan sosial di wilayahnya, terutama ancaman terhadap kesehatan diri dan lingkungan, seperti penyakit menular, kurang gizi, kejadian bencana, kecelakaan, dan sebagainya.
Ditambahkan, pendekatan yang digunakan dalam membangun Desa Siaga adalah pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta perkembangan masing-masing wilayah. Cara melakukannya adalah dengan menggerakkan dan mengorganisasikan upaya-upaya masyarakat desa. Poskesdes merupakan titik awal pembentukan Desa Siaga, sekaligus wujud UKBM (Upaya kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) yang diharapkan mampu melaksanakan alih informasi, teknologi, dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan di wilayah tersebut.
Menkes mengharapkan, pencanangan Kabupaten Kuningan menjadi Desa Siaga Utama pada tahun 2013, dapat dijadikan contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, ujar Menkes.
Pada kesempatan tersebut Menkes menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, khususnya Bupati, H. Aang Hamid Suganda yang telah memprakarsai pencanangan Kabupaten Kuningan menuju Desa Siaga Strata Utama tahun 2013. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dalam upaya pengembangan “Desa Siaga” secara menyeluruh di Kabupaten Kuningan.
Menkes juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar memberdayakan diri sendiri untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat disertai tindakan nyata yang dapat dijadikan budaya hidup sehari-hari sehingga dapat mewujudkan ”Masyarakat Indonesia Sehat dan Sejahtera”, tutup Menkes.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9, faks : 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700,atau alamat e-mail : puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@puskom.depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , dan kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Tidak ada komentar:

Koalisi Putaran II : JK - WIN & Mega-Pro

JK-Win dan Mega-Bowo Gabung di Putaran II
(Dari kiri - kanan) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, dan Ketua Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiakto memberikan keterangan bersama di Kantor DPP Partai Hanura, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Sebanyak 11 partai melakukan penandatangan kesepakatan koalisi dalam parlemen untuk periode 2009-2014.

Sabtu, 16 Mei 2009 | 10:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —

Calon wakil presiden dari Partai Hanura Wiranto menegaskan, pada putaran kedua pilpres nanti koalisi besar akan bergabung sehingga siapa pun yang kalah, baik pasangan Jusuf Kalla-Wiranto atau pasangan Megawati- Prabowo, akan saling mendukung dan melengkapi.

Hal itu diungkapkan Wiranto sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (16/5) pagi ini.

"Memang dalam koalisi besar disepakati pada putaran pertama akan ada dua pasangan dari koalisi besar. Nanti pada putaran kedua, jika salah atu pasangan itu kalah, pasangan yang kalah itu akan menggabungkan diri dengan pasangan capres-cawapres yang menang dari koalisi besar," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, meskipun saat ini ada tiga pasangan yang maju ke pertarungan pilpres, yaitu pasangan Jusuf Kalla Wiranto (JK-Win), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi), dan Megawati- Prabowo (Mega-Bowo), pasangan JK-Win dan Mega-Bowo akan saling mendukung dan berkomunikasi.

Tamu Blogs

Tentang Saya

Foto saya
Kalodran - Serang, BANTEN
Blog ini hanya berisi rekaman artikel dari berbagai sumber...dan yang paling penting Blog ini bersifat terbuka untuk semua golongan, teramasuk golongan JIN...

bekerja untuk beribadah